logo
/codeiva
Berita Teknologi

Internet Rakyat: Harapan Baru Akses Internet Murah di Indonesia—Mampukah Menyaingi Wi-Fi Kabel?

Internet Rakyat hadir sebagai angin segar di tengah mahalnya biaya langganan internet rumah di Indonesia. Dengan konsep akses internet publik berbiaya rendah, layanan ini digadang-gadakan mampu menjadi alternatif bagi masyarakat yang membutuhkan koneksi stabil tanpa terbebani biaya bulanan Wi-Fi kabel. Namun, seberapa jauh Internet Rakyat bisa menandingi layanan fixed broadband? Artikel ini membahas potensi, tantangan, dan realitas di lapangan yang menentukan apakah program ini benar-benar bisa menjadi solusi masa depan akses internet nasional.

December 6, 2025
Falcon
Internet Rumah Tangga

Internet sudah menjadi kebutuhan dasar, hampir seperti listrik dan air. Kita memakai internet untuk belajar, bekerja, berjualan, mencari hiburan, bahkan mengurus administrasi harian. Tetapi tidak semua wilayah di Indonesia punya akses internet yang stabil, apalagi terjangkau. Di tengah situasi ini, muncul sebuah pendatang baru yang langsung mencuri perhatian: Internet Rakyat.

Namanya sederhana, bahkan terasa populis. Tapi justru di situlah ia menarik perhatian banyak orang. Apa sebenarnya Internet Rakyat? Apakah benar bisa menjadi alternatif Wi-Fi rumahan seperti IndiHome atau provider kabel lainnya? Dan bagaimana teknologi di baliknya?

Mari kita bahas secara lebih naratif dan menyeluruh.


Internet Tanpa Kabel, Tanpa Ribet: Apa Sebenarnya Internet Rakyat?

Bayangkan kamu ingin memasang internet rumah, tapi rumahmu berada di gang sempit, atau lingkungan tempat tinggalmu belum terjangkau fiber optik. Biasanya, opsinya tidak banyak. Kamu harus menunggu pemasangan kabel (yang kadang lama), atau bergantung pada Wi-Fi RT/RW yang kualitasnya bisa naik-turun.

Internet Rakyat hadir untuk menjawab masalah itu.

Layanan ini menggunakan teknologi 5G Fixed Wireless Access (FWA)—yaitu internet rumah yang tidak butuh kabel sama sekali. Sumber internetnya bukan dari kabel bawah tanah atau tiang fiber, melainkan dipancarkan dari BTS (tower) terdekat ke modem khusus (CPE) di rumah pengguna.

Mirip seperti “Wi-Fi rumahan, tapi dikirim lewat udara.”

Yang menarik, teknologi ini menggunakan Open RAN—sistem jaringan baru yang lebih efisien dan fleksibel. Dengan pendekatan ini, biaya infrastruktur bisa ditekan, sehingga harga ke pelanggan bisa dibuat jauh lebih murah.

Itu sebabnya paket Internet Rakyat tampil agresif: kecepatan hingga 100 Mbps, biaya sekitar Rp 100.000 per bulan, tanpa biaya pemasangan, tanpa kabel.

Tidak heran banyak orang langsung penasaran.


Mengapa Banyak Orang Mulai Melirik Internet Rakyat?

Di media sosial, pencarian tentang Internet Rakyat melonjak. Banyak yang bertanya:

“Beneran unlimited?”

“Beneran 100 ribu dapet 100 Mbps?”

“Beneran bisa dipakai streaming lancar?”

Daya tariknya cukup jelas:

1. Tidak Perlu Kabel Sama Sekali

Rumahmu tidak tersentuh fiber? Bukan masalah.

Area gang sempit? Masuk.

Tidak mau teknisi bongkar-bongkar rumah? Tidak perlu.

Instalasi yang biasanya memakan waktu berhari-hari kini bisa selesai begitu modem aktif dan mendapat sinyal BTS.

2. Harga Lebih Terjangkau

Di saat beberapa provider fiber menawarkan paket 75–100 Mbps di kisaran 200–300 ribu per bulan, Internet Rakyat justru datang dengan angka yang jauh di bawah pasar: sekitar Rp 100.000.

Tentu saja, ini langsung menarik minat banyak keluarga, pelajar, dan UMKM.

3. Potensi Masuk ke Daerah yang Sulit Dijangkau Fiber

Indonesia punya tantangan geografis yang besar. Kadang bukan soal provider tidak mau masuk, tetapi biaya penarikan kabel terlalu mahal, terutama untuk desa kecil atau daerah terpencil. Dengan FWA, hambatan itu bisa dipangkas.


Tapi Bagaimana dengan Kekurangannya?

Meskipun tampak menjanjikan, Internet Rakyat tetap layanan berbasis nirkabel. Dan itu datang dengan konsekuensinya.

1. Bergantung pada Kekuatan Sinyal BTS

Jika rumahmu jauh dari BTS, atau terhalang banyak bangunan dan pepohonan, kualitas internet bisa turun. Berbeda dengan fiber optik yang memberikan jalur kabel langsung ke rumah.

2. Potensi Penurunan Kecepatan Saat Banyak Pengguna

FWA berbagi kapasitas antara banyak pengguna di satu area. Di jam-jam sibuk, koneksi bisa terasa melambat.

3. Masih Terbatas Cakupan

Walaupun hype-nya sudah nasional, faktanya jangkauan layanan masih bertahap dan belum merata. Beberapa kota besar sudah dilayani, sebagian belum.


Jadi, Apa Bedanya Internet Rakyat dengan IndiHome dan Provider Fiber Optik Lainnya?

Untuk memahami posisi Internet Rakyat, kita perlu melihat perbedaan fundamental antara keduanya.

🌐 Internet Rakyat (5G FWA):

  • Tidak pakai kabel

  • Instalasi cepat

  • Lebih fleksibel secara geografis

  • Cocok untuk kos, kontrakan, atau daerah tanpa fiber

  • Harga sangat terjangkau

  • Stabilitas sangat bergantung pada sinyal

📡 Provider Fiber Optik (IndiHome, MyRepublic, Biznet, dll):

  • Menggunakan kabel fiber optik

  • Pemasangan kadang perlu waktu & teknisi

  • Kecepatan stabil dan konsisten

  • Cocok untuk kebutuhan berat: streaming 4K, kerja remote, upload besar

  • Harga lebih tinggi

  • Lebih stabil untuk gaming kompetitif

Ini bukan soal mana yang lebih unggul—melainkan mana yang lebih cocok untuk kebutuhanmu.


Siapa yang Paling Cocok Memakai Internet Rakyat?

  • Pelajar atau mahasiswa dengan anggaran terbatas

  • Warga kos atau kontrakan yang tidak boleh memasang kabel

  • Keluarga yang butuh internet dasar hingga menengah

  • UMKM kecil atau pedagang online

  • Wilayah pinggiran kota atau desa yang belum tersentuh fiber

Jika kebutuhanmu lebih pada browsing, Zoom meeting, streaming, belajar, dan produktivitas, Internet Rakyat bisa jadi pilihan yang sangat menarik.

Namun jika kamu konten kreator yang butuh upload 50 GB per hari, gamer kompetitif, atau rumahmu sering dipakai kerja remote, fiber optik tetap pilihan paling stabil.


Kesimpulan: Harapan Baru dalam Akses Internet Indonesia

Internet Rakyat adalah angin segar dalam dunia internet rumahan Indonesia. Dengan teknologi 5G FWA, harga ekonomis, dan tujuan besar untuk pemerataan digital, layanan ini punya potensi kuat untuk mengubah peta akses internet di banyak daerah. Namun seperti teknologi baru lainnya, ia datang dengan tantangan: sinyal, stabilitas, dan cakupan yang masih berkembang.

Pada akhirnya, pilihan internet adalah tentang kebutuhan dan kondisi lingkungan rumahmu. Yang jelas, kehadiran Internet Rakyat memberi banyak orang harapan baru—bahwa akses internet cepat dan murah tidak lagi menjadi hal yang sulit dicapai.

Want to Work With Us?

Let's create something amazing together!

Get In Touch